Sunday, November 18, 2007

Cerita dari Rambong (6) : PERANG LEBARAN (1) !!!

Siapa bilang Aceh sudah damai !! buktinya setiap kali Lebaran datang, selalu saja terjadi peperangan antar Anak Desa !!
----

Beberapa tahun terakhir ini, sebagian wilayah Aceh memiliki tradisi baru yang cukup unik, yaitu Berperang ketika Lebaran !!! tapi tenang saja, walaupun berperang tapi tidak akan ada korban jiwanya, karena yang berperang itu Anak-anak Desa yang hanya bersenjatakan “senjata mainan” ^.^

Tapi permainan ini bukan permainan perang-perangan biasa !! karena Permainan ini melibatkan RATUSAN atau bahkan RIBUAN (hiperbola dikit) anak Aceh, dan uniknya walaupun jumlah pemainnya sangat banyak, namun permainan ini tidak menjadi kocar-kacir (tidak beraturan), justru sebaliknya permainan ini sangat terorganisir, karena para pemainnya membuat kelompok-kelompok kecil yang biasanya pengelompokannya berdasarkan asal Desanya masing-masing.

Kemudian kelompok-kelompok kecil itu nanti dengan sendirinya akan membuat 2 Tim Besar !! Tim yang Pertama adalah “Tim Penyerbu”. Tim Penyerbu adalah Tim yang akan melintasi jalan-jalan raya dengan kendaraan tempurnya (bisa becak, mobil pickup, labi-labi, atau dump truck) untuk mencari para “musuh”, dan ketika sudah bertemu dengan “musuh” tentunya serangan secara sporadis pun akan segara dilancarkan oleh Tim Penyerbu.

Laskar Rambong dengan kendaraan tempurnya (becak) siap untuk menyerbu “musuh” dari desa-desa lain…

Selain becak, mobil pick up juga bisa jadi kendaraan tempur..

Sedangkan Tim yang kedua adalah “Tim Penyergap” tim ini tidak menggunakan kendaraan tempur, namun mereka secara berkelompok biasanya menunggu di pinggir-pinggir jalan di depan desanya untuk siap-siap menyerang “Tim Penyerbu” yang sering melintas dengan kendaraan tempurnya.

Tim Penyergap siap menyergap Tim Penyerbu yang sering melintas di jalan dengan kendaraan tempurnya…

Sehingga begitu kedua Tim ini bertemu dijalan maka baku tembak pun tak terelakkan lagi, dan untuk menambah suasana lebih berbau peperangan, tidak sedikit dari prajurit-prajurit ‘cilik’ yang membawa petasan banting, sehingga bunyi-bunyi petasan ditambah dengan baku tembak peluru-peluru plastik rasanya sudah cukup membuat mereka serasa berada dalam “Perang Dunia ke-3”.

Pemandangan unik ini dapat disaksikan selama Libur Lebaran, dan jalur yang paling “rawan” adalah jalur Banda Aceh-Medan yang jaraknya bisa puluhan kilometer atau mungkin ratusan kilometer, di jalur ini hampir setiap beberapa ratus meter saja pasti ada saja terjadi ‘peperangan’ antar kedua kubu (tim), makanya saya tidak berlebihan jika menyebutkan jumlah pemainnya bisa mencapai Ratusan atau bahkan Ribuan Anak, karena memang permainan ini sudah menjadi semacam tradisi di sebagian wilayah Aceh yang selalu diadakan setiap kali Liburan Lebaran datang.

Jadi kalau begini terus !! kapan Aceh bisa damai donk ?? ^^

15 comments:

aVank said...

good
practice make perfect
hehe

Ely Meyer said...

walaupun itu cuman permainan tapi ngeri juga ya pakai mainan pistol2 an yg kayak beneran itu . Foto2 nya hidup banget !

eh .. blognya tak link ya :)

aLe said...

huhu., iya juga yah.
klo maenannya kaya gitu ntar gedhenya pasti seneng bunuh2an *ngeri.com*

CempLuk said...

permainan yang asik..kalo aku ke aceh, ajarin yo mas..

Yon's Revolta. said...

seru abis ^_^

Fatah said...

@Avank : Yup !!

@Ely Meyer&Ale : Iya juga sih.. serem juga !! tapi mudah-mudahan aja perdamaian di Aceh bisa tetap Abadi :)

@Cempluk&Yon's Revolta : Sepertinya sih emang lebih seru dari main Counter Strike !! ^^

ichaAwe said...

tapi senjata nya gak bahaya kan??? wah yang namanya anak2 mas..laki2 pula..pasti seneng lah main yang begituan...yg udah gede aja pasti kalo diajakin mau jg

- Nilla - said...

hakhakhak... jd inget, waktu masih kecil dulu suka dibikinin pistol2an dr batang pohon pisang ama kakek! xD
*eh, aku kan cewe ya? :|*
btw, sebenarnya bagus ga ya, anak2 kecil main pistol2an gitu?
bukankah itu secara tidak langsung "mengajarkan" mereka ttg kekerasan? :|
Oooppps... maaph, kalo salah! :)

Iman Brotoseno said...

nggak heran..stock gerilyawan di aceh banyak banget..hehe

artja said...

ada yang berperan sebagai juru runding? siapa tau karirnya bisa jadi gubernur juga.

Yolla Elwyn said...

agak sedikit khawatir nih..walopun cuman permainan tapi kok kayaknya jadi ngajarin beneran gitu ya..aduh, mudah2an nggak..:)

Elvi said...

Makanya dulu waktu masih blm damai mainan ini juga dilarang, abis persis sama dengan yg beneran.

NN said...

Kok aku malah ngeri toh bang, peluru yang diggunain takut kena mata atau apa lah hiks

Nona Nieke,, said...

gak cuman di Aceh, mas!
hampir di tiap kota saya lihat kalo lebaran pasti adaaa aja anak2 yg maen pistol2an

Fatah said...

@Ichaawe : ngga kok ngga bahaya..kan pelurunya peluru plastik..

@Nilla : Ya...mungkin ada bagus & ada ngga nya !! (jawaban standart bgt ya)

@Iman Brotoseno : hehehe.. bener juga tuh mas !!

@Artja : Kalo juru rundingnya perlu ditiru !! tapi kalo berontaknya jgn ditiru ya ^^

@Yolla : Amin.. mudah-mudahan aja begitu :)

@Elvi : Ohh gitu ya ?? wahh baru tau nih.. thanks ya infonya !!

@Landi : Yahhh kalo itu sih bagian dari resiko permainan :)

@Nieke : tapi kalo yg ini beda loh !! sampe bikin kelompok2x & pake kendaraan tempur segala...